Selamat Datang! Saya berterima kasih atas kunjungan anda ke Blog saya. sering - sering mampir lagi di www.erlanda-boz.blogspot.com.

Sabtu, 05 Juni 2010

PENGALAMAN

Dodolnya Anak Aksel (Cerita 8 : Menjadi Anak Band)

Seni, itu adalah satu kata yang mempunyai banyak arti, seni adalah sesuatu yang indah, seni adalah karya yang sangat rumit, seni adalah karya seseorang yang mempunyai arti mendalam, seni adalah air yang dikeluarkan sebagai sisa-sisa pembakaran dalam tubuh. Menurut pengamatanku, umunya seniman itu bergaya lebih berantakan daripada diriku, seakan-akan mereka mempunyai moto “asal bau yang penting berkarya”.
Seni juga banyak bentuknya (air seni tak termasuk), mulai dari yang berbentuk sampai yang tak berbentuk seperti lagu atau musik. Tapi dari sekian banyak seni, seni menggambar lukisan adalah yang paling tak kumengerti, apalagi yang bergenre abstrak. Lukisan cuma coret-coret gak jelas bisa dihargai lebih tinggi dari harga diriku. Padahal lukisan itu kelihatan kayak kanvas yang gak sengaja kejatuhan cat warna warni. Menurutku malah gambar gunung adikku yang masih TK masih lebih bagus.

Aku memang sama sekali tak punya rasa seni. Aku pernah coba gambar lukisan abstrak yang kayak buatan Da Vinci gitu, hasilnya sangat mengenaskan, kuberi judul “benang kusut”. Sepupuku yang jago gambar pernah mengajariku cara menggambar yang sesuai dengan TKMYB (Tata Krama Menggambar Yang Baik), tapi tetep aja hasilnya benang kusut.

Karena itulah nilai kesenianku selalu anjlok. Pelajaran kesenian selalu menjadi menyebalkan karena hasil karyaku selalu cocok di tempat sampah. Waktu SMP, ujian praktek kesenian adalah main rekorder (seruling). Temanku yang aju kebanyakan berhasil. Giliranku sekarang, bunyi rekorder nya sangat tak enak di telinga, mengingatkanku akan bunyi kentutku kemarin malam. Sadisnya guruku malah ketawa di depan waktu aku salah bunyiin nada.

Itu main alat musik, apalagi nyanyi. Amit amit jabang beibi aku disuruh nyanyi kedepan. Aku lebih memilih kerjain makalah daripada maju ke depan. Waktu ujian praktek akhir, semua anak tanpa kecuali harus nyanyi ke depan. Aku betul-betul gugup ketika giliranku tiba. Menurut ibuku, supaya gak gugup anggap aja orang yang memperhatikan itu batu. Aku pun mengikuti sarannya dan bernyanyi dengan suara yang dapat membuat seseorang menyesal lahir ke dunia. Didalam bayanganku pun, batu-batu didepanku meledak semua.

Belajar dari pengalaman, saat SMA kau gak mau masuk ke ekskul yang ada keseniannya. Kalau pelajaran kesenian ada tugas biasanya aku minta ibuku yang kerjain dengan imbalan aku yang cuci piring.

Pada suatu hari bu Rima, guru kesenian kami, membagi kami kedalam kelompok yang bertugas membentuk sebuah Band. Kelompokku ada sekitar 8 orang, jelas kami bingung gimana cara pembagian tugasnya. Karena aku gak bisa apa-apa, aku akan jadi penari telanjang aja disebelah vokalis. Semua menolak karena merasa tubuhku tak pantas jadi tontonan. Alhasil, aku jadi keyboardis, itupun waktu kami main suara keyboardnya kukecilin terus aku pencet asal-asal.

Nah, beberapa temanku ternyata membentuk Band betulan setelah tugas itu, dan aku pun diajak. Karena aku mahir keyboard (baca: tau letak doremifasolasido), aku resmi bergabung dengan band mereka sebagai keyboardist dan backing vocal. Tapi entah sejak kapan aku akhirnya jadi vokalis utama. Karena main sama teman-temanku, jadi aku pede aja nyanyi dengan suara alienku itu.

Setelah agak lama sering latian, kami pun mulai memikirkan nama Band. Beberapa nama disiapkan seperti Jam Band (Jamban), Tambal Band (Tambal Ban), Blue Band (ini lebih gak jelas, nama mentega) sampai nama yang dibaca dengan aksen prancis, Bac~sow~dwa Band (dibaca: Bakso Dua Bang!).

Kami mau buat nama Band yang aneh dan panjang, karena kami semua adalah penggemar band barat. Awalnya kami memakai nama Lost Childern In Out Spaces (Anak yang tersesat di luar angkasa), tapi setelah dipikir, kasian banget tuh anak, jadi kami ganti lagi. Sempat ganti-ganti mulai Eve sampai Stensil, akhirnya kami resmi memakai nama No One Ever Does. Keren banget ya.

Setelah punya nama, kami jadi sering latihan. Banyak lagu yang kami coba mainkan, rata-rata lagu band luar. Pernah kami lagi asik-asiknya main lagu On Top Of The World punya Boys Like Girls yang nge-rock banget, tiba-tiba sifat Indo punya gitaris kami kumat sehingga kelanjutannya kami malah main Cari Pacar Lagi-nya ST 12. Gak nyambung banget ya. Ngomong-ngomong kalau dari luar studio, musik kami kedengaran kayak segerombolan pemuda yang teriak-teriak mau menduduki kantor gubernur.

Pada suatu hari Al-Azhar mengadakan Pensi (Pentas Siswa) yang membuka pendaftaran untuk Band-band yang mau manggung. Kami jelas tak mau melewatkan itu. Dengan pede kami mendaftar langsung. Tapi efeknya baru terasa malam sebelum hari manggung. Aku tegang banget, sampai ngupil yang biasanya bisa berjam-jam kini hanya setengah jam. Aku gak berani dengerin lagu yang akan kami bawa nanti. Gimana nanti kalau terjadi kematian massal saat aku nyanyi? Gimana kalau aku dilemparin batu bata? Gimana kalau Shireen Sungkar betul-betul jadian ama Adly Fairuz? Pikiran-pikiran negatif menghantuiku malam itu.

Akhirnya hari itu tiba. Kami dapat giliran agak terakhir, jadi sambil nunggu kami nonton Band lain. Perasaan tegang itu makin menjadi-jadi waktu ngeliat banyaknya orang yang nonton. Ya Allah, jika suaraku nanti menyebabkan cacat permanen pada yang mendengar, tolong ampuni aku dan tetap jodohkan aku dengan Shireen Sungkar, begitu doaku dalam hati.

Akhirnya giliran kami tiba. MC cewek yang kelewat semangat mengumumkannya, “kini kita sambut, No One Ever Dies”. Ampun nih MC dodol, bisa-bisanya salah nyebutin nama Band kami. No One Ever Does yang artinya “tak ada yang pernah lalukan” menjadi No One Ever Dies yang berarti “tak ada yang pernah mati”. Jauh banget!

Diatas panggung aku udah kayak anak idiot. Setiap band sebenarnya dikasih main 2 lagu, tapi karena menurut pertimbangan kami hanya betul-betul lancer main satu lagu, kami pun hanya memainkan satu lagu. Beginilah kata pembuka dari Tommy, gitaris dan Backing Vokal kami: “Kami hanya akan main satu lagu karena setelah ini kami akan manggung di sunatan pak RW”. Dodol ya, itu betulan terjadi lho!

Kami memainkan lagu dari My Chemical Romance berjudul “I’m Not Okay”. Aku, karena baru pertama ini manggung, jadi kaku banget. Biasanya vokalis band rock kan joget-joget gak jelas di atas panggung, kalau aku kayak patung yang megang mik. Gitaris pun sempat miss beberapa nada. Selama manggung aku memperhatikan reaksi penonton, mereka kok kelihatan terpana ya, atau malah gak tau mau ngapain liat aksi kami yang mirip acara debus.

Akhirnya selesai. Aku mengucapkan terima kasih terus langsung buru-buru turun sebelum ada yang sadar bahwa sang vokalis seharusnya dilempari batu sampai mati. Para penonton pun tepuk tangan, kayaknya sih setengah hati. Temanku ternyata ada yang merekam penampilan kami. Setelah kuliat, aku langsung menyarankan agar dihapus aja.

Tapi ternyata ada juga yang suka. Temanku iis, bilang kalau penampilan kami bagus (inilah yang membuatku curiga kalau dia itu sebenarnya agak tuli), Dimas juga bilang kami keren (belakangan aku baru tahu kalau dia gak suka korek kuping). Yang jelas, kami sendiri puas. Ini pengalaman berharga.

Sekarang, setiap aku mikirin saat-saat kami manggung, malamnya selalu mimpi buruk.
Selengkapnya...

CIRI

1. rambut mohawck, emo, harajuku, britpop
2. stelean indies, rock and roll, ato ke jepang2x-an ala Harajuku.
3. beli baju ato jacket? KE DISTRO aja (walaupun ga beli apa2x he..he..)
4. jacket cewek : warna yg nabrak2x kaya IJO, KUNING, - army ato skrng2x mulai kotak2x bergaris
jacket cowok : jeans - cardinal - vitage merek adidas - pake jas yg item - army
cewek-cowok: semua pakean mulai dari sepatu - jam buatan distro
5. pake gelang2x karet yg item2x
6. jomblo = cupu
7. nonton TV? MTV terusss
8. malem minggu ngajak si doi pasti ke mall
9. ke warnet cuma buka FRENDSTER he..he..
10. di buss, di angkot, lagi jalan, di skull ato di kampus bawa mp3 ato i pod trus di stel
11. hp minimal 2 jt-an berkamera
12. pose foto :
cewe : 45′ DERAJAT DENGAN TAMPANG SO CUTE(BIAR JELEKNYA GA KELIATAN)
cowo : NGANGKAT DAGU NGELIAT KE ARAH YG TERANG CAHAYANYA..kalo ga NUNDUK KE BAWAH MATA LIAT KE DEPAN sambil pamer rambut trus dipasang di FS
13. bahasa sms “h1, hr Ni Lo3 M0 jLn2x B4rEn9 tem3N2x 9W ga ?”
14. lagu ? indie, britpop, japan. dewa19, gigi DLL mah lewat
15. makan? Mcd, KFC, JCO, bread talk, dll
15. JADI KORBAN penculikan TIANSI
16. belajar dari MBS?? sekarang guitar pro
17. jamannya laptop Hobby nyari wifi gratisan
18. MIYABI dan jav idol adalah tontonan wajib
19. nangkring di pinggir2x mall sambil ngeliatin orang2 yang ada dibawah
20. yg cewek jalan2x ke strawberi yg nyedianin pernak pernik
21. jam tangan levi’s / odm yg kotak2x padahal kw 1
22. kerjaannya nyari invitation biar bisa clubbing gratis
23. yang cewek ikutan ngerokok, tapi ngga ditarik cuma isep-buang biar keliatan keren
24. hapenya 2, satu buat sms, musik, foto2, dll satu buat nelfon murah hehehe
25. skinny jeans
26. kalo lagi sendirian di tempat rame, kerjaannya ngotak-ngatik hape, biar keliatannya lagi sms-an, padahal kesepian
27. dulu doraemon, sekarang spongebob
28. kebanyakan yang cewe diliat dari belakang, malam minggu, tapi di liat dari depan, buset! malam jum’at kliwon
29. jaman nya pake celana pensil ma sepatu pantofel
30. yg cewe pada sibuk cari cowo yg anak emo,biar ga ketinggalan jaman
31. bikin MSN/YM biar dikata gaul lalu bikin myspace, LC (Live Connector), Facebook dan situs networking lainnya
32. kalo dulu cowo baru kenalan ama cewe nanyanya nomor hape doang, sekarang ditambah lagi, ”friendster” lo apa ?
33. bawa lapotop cari wifi gratisan = KESEPIAN, GA ADA TEMPAT TONGKRONGAN, MALLLUUU. jadi mojok buka web yg ga penting
34. yang punya hape, udah kayak mekanik hape, apal fitur2x hp
35. kaum yg hobinya minoritas klo dulu dianggap kuper malah jadi gaul gara2 “Blur” ngetopin gaya kacamata anehnya
36. kalo sms romantis ga mau pake bahasa indonesia, pakenya bahasa inggris
37. pasti minta di add sama temennya, padahal mah tiap hari bisa ktemu temennya, trus suka minta diisi testinya
38. kalo cewe baju kuning, cardigan ungu, celana ijo, sepatu pink
39. kalo cowo pake polo shirt gitu kerahnya pasti dinaekin. Gak demen banget gw liatnya!
40. makan rombongan, penampilan keren, pas bayar antri alias BMM kasirnya BT knapa gk sekalian 1 aja yg byr
41. kalo ke starbucks yg beli kopi cuma 1 orang yg nongkrong 1 geng
42. cowok: cardigans, baju mickey mouse, celana skinny jeans, sepatu converse, rambut gondrong2 indie, badan begeng
43. Friendster/ myspace/ facebook nya ga nahan dong, Fotony dibuat seartistik mungkin, profilnya diisi dgn kata2 ga jelas kyk di atas, favorit movie, books, sama musicnya pasti didominasi nama2 yg g terkenal
44. Cewek2 mengucapkan kata “ya iyalah” dan “jangan gila dong” dengan lidah yg melet2 kyk orang lg teler
45. Selera musiknya high class dong indie pop, folk, jazz, ambient, chill tapi ada juga cewe yg ngaku2 suka band2 emo padahal g tau lagunya
46. Menggilai pop art dan selalu memakai baju bergambar marylin monroe ato cover album velvet underground yg bergambar pisang
47. SOk nge-Jazz padahal taunya cuma MALIQ The Essentials
48. gak apal lirik kalo disuruh nyanyi lagu wajib ato malah gak tau
49. friendster, myspace, facebook, yang penting temenny banyak! Mo kenal kek, kagak kek, add aj trus. Kalo perlu bikin account lebih dr lima
50. jaman nya CAMPUR-CAMPURIN ALIRAN/GENRE [anggi]

Selengkapnya...

Jumat, 04 Juni 2010

aksimu

tunjukan pada dunia !!!
oi !!

Jangan ada kata menyerah dalam berkarya, jangan ada kata menyerah dalam berkreasi! Tuangkan segala emosi dan pikiran dalam sebuah media yaitu musik ! bertahanlah dan lawan ketika arus besar itu menerjangmu, bertahanlah ketika kritikan datang menghampiri, perkuat tali persaudaraan dalam kelompok band mu, bertarunglah dengan gitarmu, bas, drum mu, buat mereka merasakan energi besar mengalir darijiwamu !!! Nyanyilah sekeras-kerasnya, lewati batas – batas aturan nada,Nyanyikan lagu tentang isi hatimu !Goncangkan panggung itu dengan hentakan kakimu, rayakan kemenangan dengan musikmu, Kepalkan tanganmu hancurkan tirani yang menindas!
Selengkapnya...

dampak

KENDALA ANAK BAND dan tips cara mangatasinya,.

Banyak sekali masalah yang dihadapi oleh sebuah band baik dalam mempertahankan keutuhan band itu sendiri sampai dengan cara agar band tersebut menanjak dari satu tahap yang lebih baik, biasanya masalah tersebut datang dari personel itu sendiri atau dapat juga disebut dengan masalah intern. Berbagai macam perbedaan seperti perbedaan persepsi,perbedaan prinsip,ini semua dapat membuat goyah bahtera dari perjalanan sebuah band,seperti dalam sebuah band terdapat perbedaan misi , ada yang menganggap kalo dia main band hanya sekedar mengisi waktu luang dan gag punya optimisme yang tinggi untuk terhadap perkembangan band itu sendiri, ada yang cuma kepengen mengambil simpati cewek2 incarannya saja, tapi ada juga yang kepengen maju dan menghasilkan uang dari band-nya tersebut, kalo sudah begini band tersebut musti ngerembuk dan mengkaji ulang tujuan mereka bikin band, soalnya ada orang yang bisa dirugikan dari perbedaan tersebut,dan kesemua hal itu adalah contoh kecil dari sekian banyak masalah yang bakal dihadapi oleh sebuah band.

Why…??? Kenapa sih ini bisa terjadi? Tips di bawah ini sekedar memberi gambaran umum di dalam menghadapi permasalahan2 tersebut,,,

Tips pertama samakan persepsi
Penyakit ini biasanya menjangkit pada band2 yang masih pemula dan belum punya persepsi yang mantap terhadap perkembangan bandnya itu sendiri.Mau kemana sih arah band ini?!...sekedar iseng atau punya visi dan misi seperti bikin demo cd terus dikirim ke major label?? atau aliran apa sih yang maw dimainkan???...cobalah untuk samakan persepsi antar sesama personel.

Tips kedua keterbukaan antar personel
Membangun sebuah band ibarat membangun sebuah keluarga..sebuah band dituntut harus kompak ,baik disaat senang ataupun susah ,.banyak band-band bubar karena mereka tidak segera menyelesaikan masalah dengan segera walau itu masalah kecil…sehingga kalau dibiarkan akan menjadi sebuah gunung es..yang siap meledak di kemudian hari!!..disinilah dibutuhkan sebuah katerbukaan baik berupa problem solving ,ide-ide ataupun saran yang membangun.

Tips ketiga cari solusi dengan cara berdiskusi
Di dalam perjalanan sebuah band banyak nasalah yang sering timbul,masalah yang timbul biasanya berupa ketidaksiplinan latihan,kantong yang tipis ,mementingkan Ego: maunya menang sendiri,merasa mamiliki band tersebut dsb.Cara yang paling ampuh adalah berdiskusi bersama-sama,cari jalan keluar kalau bisa hindari voting ,biar keputusan yang diambil dapa memuaskan semua pihak.Bagi yang kalah jangan merasa jadi pihak yang kalah ,tetaplah berjiwa besar ,,yakinlah keputusan merupakan jalan yang terbaik untuk masa depan band itu sendiri,dan tetaplah loyal pada band.

Tips keempat bersikap Profesional
Mungkin diantara personel band kamu ada yang pacaran dengan personel lainnya,gak apa-apa jangan ngelarang mereka,,yang penting mereka bisa bersikap profesional.Ngeband ya ngeband, pacaran ya pacaran semua da tempatnya…jadi klo lagi berantem soal asmara jangan dibawa-bawa di tempat ngeband nanti bisa timbul masalah!!..

Tips kelima jaga kekompakan
Seiya sekata, saling peduli dan saling memiliki.Band bukan hanya tempat bermain,tempat pelarian ataupun untuk kesenangan semata, tapi merupakan suatu tempat atau wadah diamana kit dapat menyatukan perbedaan dan dapat menuangkan beragam ekspresi seni dan jiwa dari masing-masing personel.

Semua masalah dia atas dapat diatasi asalkan kamu memiliki rasa kepedulian dan saling memiliki diantara personel…Kuncinya adalah kekompakan, seiya sekata dalam melangkah, namun jangan mengorbankan prinsip yang anggap kamu benar demi sebuah kekompakan,,,

Be yourself!!..
Selengkapnya...

Tujuan

Produser, Major Label, dan Tujuan sebuah band
hai guys,..
kita membuka pembahasan yang mutlak pasti dialami oleh grup musik atau band manapun, khususnya di Indo.
90% Tujuan anak muda (lebih cenderung generasi muda) membuat, memulai atau mendirikan sebuah band selain untuk sarana menyalurkan hobinya bermusik, juga untuk berkarir di dunia musik, entah itu lewat jalan major label atau indie label.

Sebenarnya tidak menjadi sesuatu hal yang penting akan keberadaan major label menjadi salah satu dunia bisnis yang selalu dan selalu dicari musisi / anak band, terbukti dari ribuan demo kiriman yang selalu membanjiri kantor mereka setiap harinya. Untuk masa ini setidaknya adalah hal yang cukup ajaib sebuah band mendapat kontrak rekaman melalui jalan yang benar2 konvensional (kirim demo, dipanggil), paling tidak mereka harus memenangkan sebuah festival musik atau yang paling sering terjadi lewat bantuan orang dalam dan atau memanfaatkan uang sebagai tanda jadi.
ya seperti itulah realita yang sering terjadi, musik yang harusnya sangat universal sekarang sangat tergantung pada besarnya nominal akan materi. Memang diakui banyak pihak, faktor penentu ke'existan sebuah grup band adalah penghasilan untuk menghidupi band itu sendiri, kalaupun bukan melalui jalur majpr label, indie label'pun tak kalah pentingnya, dari panggung2 yang dijalani bisa diperoleh penghasilan untuk kelanjutan dari band itu sendiri.
Tak benar adanya jika hidup mati sebuah band baru hanya tergantung dari apakah mereka nanti akan mendapatkan produser (major label) atau tidak..
Prinsip 'artis atau mati' bisa dilakukan dengan ribuan jalan ...
seperti kata pepatah, banyak jalan menuju roma..
Selengkapnya...

Template by:
Free Blog Templates